Sunday, April 8, 2012

ketemu laut lagi

Akhirnya gw menyambangi Pulau Tidung yang dari beberapa taun lalu lumayan happening. Gw butuh ketemu laut, tapi gak punya banyak duit dan waktu, jadi lah berangkut kesana. Pulau Tidung itu salah satu pulau wisata yang ada di Kepulauan Seribu, Jakarta. Katanya sih oke. Ternyata.. yah lumayan. What excite me the most adalah keberadaan si Jembatan Cinta dan banyaknya water sport yang seru dan murah, banana boat dan kawan-kawannya cuma 35rebu sekali main. Jembatan Cinta tingginya 5meter, beneran deh bikin gw mengalahkan semua fearness gw, hupp loncat! Nyatanya cuma gw yang akhirnya loncat dari titik tertinggi Jembatan Cinta, yang lain gakuku. Loncat disana membuahkan memar gede di paha kiri gw dan kepuasan tiada tara.



Tidung kalo soal coral reef-nya sih ya gitu aja, dan tour guide yang gw pake kurang ngejelasin tentang biota laut disana, beda banget sama Trip2U yang gw pake waktu ke Pulau Pramuka. Coral reef lumayan banyak, tapi menurut gw yang awam ini gak begitu warna warni dan kurang beragam, ikannya juga begitu. Gw berangkat berdelapan, dan yang aseli lupa banget gw fiksasi adalah apakah travel agent yang gw pake itu untuk privat atau ngga. That’s actually disapponting, ternyata grup gw digabung sama dua grup lain, dimana akhirnya karena grup lain itu jumlahnya lebih banyak, ya mereka mendominasi.

Pulau Tidung yang katanya eksotis ini ternyata agak kotor dan penduduknya kurang merhatiin nilai estetika. Kayak desa biasa aja. Jalanannya paving block yang muat buat dua jalur sepeda atau motor, disana juga ada becak motor kalo males gowes. Penyewaan sepeda dan warung-warung makan banyak, harganya oke. Penginapan dan penyewaan alat snorkel juga banyak banget. Listrik 24 jam, sinyal provider hp lumayan bagus. Fasilitas mah siap banget buat jadi tempat wisata, tapi kesiapan mental penduduknya kayaknya kurang. Over all tidung trip kali ini agak sedikit di bawah ekspektasi, tapi namanya juga jalan sama sobi-sobi karib, mau kemana juga pasti jadinya seru.

Dan ke laut.. buat gw rasanya selalu kayak pulang.



Thursday, December 22, 2011

my peace

"Gw belom dapet deh Far, apasih yang paling paling bikin lo pengen balik ngajar di pelosok lagi? Karena dikota rempong ya, hectic crowded gini? Atau kenapa?"


"Itu tuh.. perasaan menjadi berguna. In sharing a greater good for a greater people, there I found peace, in the most precious form I could never find in doing another thing."

Saturday, November 5, 2011

live the life

Had a chat with my campus mate about the vision of life ahead, and gave her one simple idea about making life worth living. And the one who knows how is you yourself, so don't ask another question to me, ask another question to you. She cried, twice, as I said something like.. shut the world up and listen deeper,


does your life worth living already?

Wednesday, October 26, 2011

Agree.

I, with a deeper instinct, choose a man who compels my strength, who makes enormous demands on me, who does not doubt my courage or my toughness, who does not believe me naive or innocent, who has the courage to treat me like a woman.


Anaïs Nin

Friday, October 14, 2011

lucid

I'll never forget my sleep on 15th Oct 2011, I woke up from a dream and then I woke up AGAIN to finally met up REAL reality.

Tuesday, September 20, 2011

to be natural

When the effective leader is finished with his work, the people say it happened naturally.
Lao Tzu

Monday, September 19, 2011

such an answer

One night President Obama and his wife Michelle decided to do something out of routine and go for a casual dinner at a restaurant that wasn’t too luxurious. When they were seated, the owner of the restaurant asked the President’s Secret Service if he could please speak to the First Lady in private. They obliged and Michelle had a conversation with the owner. Following this conversation President Obama asked Michelle, “Why was he so interested in talking to you?” She mentioned that in her teenage years, he had been madly in love with her. President Obama then said, “So if you had married him, you would now be the owner of this lovely restaurant,” to which Michelle responded, “No. If I had married him, he would now be the President.”

via soul-dier.tumblr.com